Membangun Masa Depan: Wabup Sumbawa Dorong GP Ansor untuk Berperan Aktif dalam Pembangunan Daerah

Sumbawa Besar, NTB – Dalam suasana penuh semangat dan harapan, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, resmi membuka Konferensi Cabang (Konfercab) X GP Ansor Kabupaten Sumbawa di Hotel Suci, pada Sabtu, 30 Mei 2026. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua PCNU Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, serta perwakilan dari Dandim 1607/Sumbawa dan Kapolres Sumbawa. Kehadiran Ketua PW GP Ansor NTB, Irpan Suriadiata, menambah nuansa kebersamaan dalam acara ini.

Kaderisasi sebagai Pondasi Masa Depan

Dalam sambutannya, Ansori menekankan bahwa Konfercab bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah momentum krusial dalam proses kaderisasi yang akan menentukan masa depan GP Ansor. “Konfercab ini adalah langkah strategis dalam memperkuat kepemimpinan dan menciptakan gagasan-gagasan inovatif untuk kemajuan Ansor,” ungkapnya dengan tegas.

Wabup juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara GP Ansor dan pemerintah daerah. Ia berharap Ansor dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung berbagai program pembangunan yang diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat Sumbawa. “Ansor harus menjadi garda terdepan dalam mendukung pemerintah daerah untuk mewujudkan pembangunan yang sesuai dengan aspirasi masyarakat,” tambahnya.

Menangani Tantangan Generasi Muda

Di tengah tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, termasuk penyalahgunaan narkoba dan minuman keras, Ansori mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam membina generasi penerus bangsa. “Kondisi generasi muda kita saat ini memerlukan perhatian serius. Mari kita bersama-sama membangun kesadaran dan memberikan pendidikan yang baik untuk mereka,” serunya.

Wabup mengajak GP Ansor untuk berperan aktif dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang menyasar kalangan pemuda. “Kita harus bersatu dalam menghadapi ancaman yang dapat merusak masa depan mereka. Mari kita dukung pemerintah dalam menyelesaikan masalah ini,” tegasnya.

Menghidupkan Semangat Organisasi

Ansori juga mengajak seluruh kader untuk menghidupkan organisasi dengan memaksimalkan peran dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya kepada warga Nahdlatul Ulama. “Mari kita bersama-sama menghidupkan Ansor, menjadikan organisasi ini sebagai pilar dalam membangun masyarakat yang lebih baik,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua PW GP Ansor NTB, Irpan Suriadiata, menegaskan pentingnya kaderisasi berkelanjutan dalam organisasi. “GP Ansor adalah organisasi kader. Setiap ketua harus siap melaksanakan kaderisasi sebagai bagian dari tanggung jawabnya,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa GP Ansor merupakan bagian integral dari Nahdlatul Ulama, yang harus selalu siap mengikuti arahan dari organisasi induknya.

Harapan untuk Kepemimpinan Baru

Melalui Konfercab X ini, diharapkan GP Ansor Kabupaten Sumbawa dapat melahirkan kepemimpinan baru yang solid, meningkatkan proses kaderisasi, serta berkontribusi secara signifikan dalam pembangunan daerah dan pemberdayaan generasi muda. Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, masa depan Kabupaten Sumbawa diharapkan semakin cerah, dan GP Ansor akan terus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Demokratindo.com

ES

Strive to be good not only for the good of oneself, but also for the good of others. Every step towards self-improvement will have a positive impact on the surrounding environment.

Related Posts

Rembuk Kebangsaan: Membangun Sinergi untuk Kesejahteraan Petani dan Peternak di Sumbawa

Wabup H. Ansori menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai jembatan untuk menciptakan gagasan-gagasan strategis yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia mengungkapkan, “Kita harus memanfaatkan berbagai program strategis nasional yang kini hadir di Sumbawa. Ini adalah kesempatan emas bagi kita semua, terutama bagi petani dan peternak.”

Demokratindo.com

AHY Dorong Transformasi Pedesaan: Koperasi Merah Putih Jadi Ujung Tombak Ekonomi Nasional

Agus Harimurti Yudhoyono, yang dikenal sebagai sosok teknokrat muda dengan latar belakang militer dan akademis yang kuat, menekankan bahwa paradigma pembangunan Indonesia harus bergeser dari pendekatan “top-down” yang sentralistik menuju pemberdayaan masyarakat desa yang inklusif.”Pemerintah ingin memastikan masyarakat desa tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama sekaligus penerima manfaat terbesar dari pembangunan nasional,” tegas AHY dalam pidatonya. Bagi AHY, keberhasilan ekonomi nasional bukan sekadar angka makro di Jakarta, melainkan sejauh mana ketahanan pangan dan daya beli masyarakat di tingkat desa dapat diperkuat.

Demokratindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *