Wilayah Pulau Sumbawa kini tengah mengalami perubahan cuaca yang signifikan dengan masuknya musim hujan. Dalam situasi ini, masyarakat diingatkan untuk tetap waspada terhadap berbagai kemungkinan bencana hidrometeorologi yang bisa terjadi, seperti banjir, banjir bandang, angin kencang, puting beliung, tanah longsor, dan gelombang tinggi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh warga Pulau Sumbawa untuk melakukan langkah antisipatif guna menghindari jatuhnya korban akibat bencana. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Ahmadi, bersama Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, baru-baru ini melakukan peninjauan terhadap jalan yang terputus di Kabupaten Sumbawa. Dalam kesempatan tersebut, mereka menekankan pentingnya kewaspadaan pada awal musim hujan yang kerap kali menjadi pemicu berbagai bencana alam.
Ahmadi menjelaskan bahwa saat ini, daerah-daerah seperti Kabupaten Bima dan Dompu sudah mengalami dampak dari bencana banjir. Hal yang sama juga terjadi di Kabupaten Sumbawa, di mana masyarakat tidak hanya menghadapi banjir, tetapi juga ancaman tanah longsor yang dapat merusak infrastruktur dan menyebabkan kerugian lebih lanjut.
Sebagai langkah pencegahan, BPBD bersama instansi terkait, mulai dari pemerintah kabupaten hingga tingkat desa, telah melakukan pemetaan dan pendataan terhadap daerah-daerah yang berpotensi rawan bencana. Hasil dari pendataan sementara menunjukkan bahwa terdapat puluhan titik di seluruh kabupaten dan kota di Pulau Sumbawa yang berisiko menghadapi bencana, termasuk banjir rob, angin kencang, dan puting beliung.
Lebih lanjut, ancaman bencana seperti abrasi pantai juga menjadi perhatian serius. Meskipun saat ini intensitas hujan masih tergolong ringan, potensi terjadinya bencana tetap harus diwaspadai, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.
Ahmadi juga mengingatkan para nelayan dan warga yang beraktivitas di laut untuk meningkatkan kewaspadaan mereka. Ia menganjurkan agar mereka selalu memantau kondisi cuaca terkini dan merujuk pada prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelum memutuskan untuk melaut. Langkah ini sangat penting untuk mencegah kecelakaan kerja yang dapat terjadi akibat cuaca buruk.
Sebagai tambahan, Ahmadi berharap agar masyarakat melengkapi diri dengan peralatan keselamatan yang diperlukan dalam situasi darurat. Untuk mendukung upaya penanggulangan bencana, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) juga telah disiagakan di setiap kecamatan dan akan aktif menjaga kewaspadaan selama 24 jam penuh.
Dengan langkah-langkah antisipatif ini, diharapkan masyarakat Pulau Sumbawa dapat lebih siap menghadapi tantangan yang mungkin ditimbulkan oleh musim hujan, sehingga keselamatan dan kesejahteraan bersama dapat terjaga.




