Sumbawa — Setelah melaksanakan salat Jumat, sekitar pukul 13.00 WITA, Dusun Buin Rare yang terletak di Desa Sepayung Kecamatan Plampang mengalami musibah banjir bandang. Banjir ini disebabkan oleh meluapnya aliran Kokar Buin Rare akibat hujan deras yang mengguyur daerah tersebut selama kurang lebih dua jam. Hujan yang intens membuat debit air meningkat dengan cepat, mencapai ketinggian antara dua hingga tiga meter, sehingga mengakibatkan kerusakan yang cukup parah menimpa pemukiman warga.

Menanggapi situasi darurat ini, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbawa segera meluncur ke lokasi untuk melakukan asesmen awal. Kepala Desa Sepayung, Sahabuddin, memberikan keterangan resmi di lokasi kejadian. Ia menekankan pentingnya normalisasi sungai sepanjang satu kilometer untuk mencegah terulangnya bencana serupa di masa mendatang. Selain itu, Sahabuddin juga meminta kepada pemerintah daerah untuk mengerahkan alat berat guna membersihkan jalan-jalan lingkungan yang tertimbun lumpur setinggi sekitar 50 cm.

Tak hanya itu, Kepala Desa juga mengajukan permohonan bantuan darurat berupa sembako dan selimut untuk membantu warga yang terdampak. Banjir bandang ini telah menyebabkan kerusakan pada berbagai barang, terutama barang-barang elektronik milik warga, diantaranya adalah televisi, kulkas, mesin cuci, dan kipas angin. Sebanyak 14 kepala keluarga, yang setara dengan 85 jiwa, terpaksa menghadapi dampak dari bencana ini.

Kepala Pelaksana BPBD Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, melalui Dr. Rusdianto Ar, yang menjabat sebagai Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, menyatakan bahwa setelah menerima laporan dari masyarakat, tim segera dikerahkan ke lokasi. Mereka bertugas untuk menangani situasi darurat serta mendata kebutuhan mendesak yang diperlukan oleh warga yang terkena dampak.

Dengan kondisi yang masih memprihatinkan, diharapkan adanya perhatian dan bantuan dari berbagai pihak untuk meringankan beban masyarakat Dusun Buin Rare yang sedang berjuang menghadapi kesulitan ini.




