Jakarta, 07/01/2026 -Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan baru-baru ini mengadakan Rapat Pimpinan (Rapim) Tahun 2025 di Jakarta. Rapat ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dan merumuskan arah kebijakan strategis menjelang tahun 2026. Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Agus Harimurti Yudhoyono, atau yang akrab disapa AHY, menekankan pentingnya tahun 2025 sebagai masa refleksi dan konsolidasi kelembagaan pascapembentukan Kemenko Infra.

AHY membuka rapat dengan kabar baik mengenai penurunan angka kematian akibat kecelakaan selama periode Natal dan Tahun Baru yang tercatat turun sekitar 27 persen. Ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Menko AHY juga menyoroti tantangan pembangunan yang lebih kompleks, bukan hanya terbatas pada sumber daya, tetapi juga pada sinkronisasi kebijakan dan kecepatan pengambilan keputusan.

Dalam arahannya, AHY menggarisbawahi pentingnya pembangunan yang berakar pada karakter dan inisiatif masyarakat setempat. Ia percaya bahwa kekuatan pembangunan terletak pada desa-desa dan komunitas yang memiliki identitas unik. Dengan pendekatan ini, kawasan-kawasan dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata yang menarik dan bernilai ekonomi.

Menko AHY menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi fase penguatan eksekusi dan transformasi kebijakan, di mana Kemenko Infra akan memastikan semua program kementerian berjalan selaras dengan prioritas Presiden. Ia juga menekankan pentingnya soliditas antar jajaran untuk mencapai dampak nyata bagi masyarakat.





