Utan, Sumbawa – Pada tanggal 26 Desember, Pantai Gelora menjadi saksi pelaksanaan Jambore KORASA yang dipenuhi dengan berbagai kegiatan edukatif yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peserta. Event ini bukan hanya sekadar ajang berkumpul, tetapi juga menjadi platform penting untuk membekali para peserta dengan pengetahuan tentang mitigasi bencana.
Salah satu agenda utama dalam jambore ini adalah sesi khusus mengenai mitigasi bencana, yang disampaikan oleh para ahli di bidangnya. Di antara pemateri yang hadir, terdapat Dr. Rusdianto Ar., Nurkholis, dan Zacky Azhura. Mereka memberikan pemaparan yang mendalam mengenai cara-cara yang tepat untuk menghadapi berbagai bencana alam, termasuk banjir, gempa bumi, kebakaran, dan bentuk bencana lainnya yang mungkin terjadi.
Dalam sesi tersebut, peserta diberikan pemahaman yang komprehensif mengenai pentingnya kesadaran diri dan pengendalian emosi saat bencana melanda. Pemateri menekankan betapa pentingnya untuk tidak panik dan tetap tenang ketika situasi darurat terjadi. Selain itu, peserta diajarkan untuk mengenali lingkungan sekitar mereka, sebagai langkah awal yang krusial untuk menjaga keselamatan diri sebelum berupaya membantu orang lain.
Kartika Sari, pendamping dari KORASA, menjelaskan bahwa kegiatan jambore ini merupakan bagian dari program yang telah dirancang secara khusus oleh KORASA. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat memperluas wawasan serta keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. “Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan materi tentang kebencanaan, tetapi juga pengetahuan mengenai psikologi remaja. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal penting bagi mereka di masa depan,” ungkap Kartika.
Jambore KORASA ini diharapkan dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya tangguh dan sadar akan potensi bencana, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan pengetahuan yang memadai untuk menghadapi situasi darurat di lingkungan mereka masing-masing. Dengan demikian, upaya untuk membangun masyarakat yang lebih siap dan tanggap terhadap bencana dapat terus berlanjut.





