Seteluk Tengah, 17 Desember 2025 – Di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, masyarakat Desa Seteluk Tengah berkumpul untuk mengikuti acara sosialisasi yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan bahaya narkotika dan paham intoleran, radikalisme, serta ekstremisme. Acara ini berlangsung di Aula Kantor Desa Seteluk Tengah dan melibatkan kolaborasi antara Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumbawa Barat dan Kantor Desa Seteluk Tengah.

Meningkatkan Sinergitas dan Edukasi Masyarakat
Acara yang dimulai pada pukul 09.00 WITA ini dihadiri oleh 40 peserta, termasuk tokoh masyarakat, aparat keamanan, dan perwakilan desa. Dalam sambutannya, Ibu Ika, Sekretaris Desa Seteluk Tengah, menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang aman dan damai.
Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Bapak Wiliam Jonatan dari BNN Sumbawa Barat dan IPDA Sumardiansyah dari Tim Cegah Satgaswil NTB Densus 88 AT Polri. Keduanya menyampaikan informasi penting terkait bahaya narkotika serta cara mencegah paham intoleran dan radikalisme.

Materi yang Mengedukasi dan Menarik
Dalam sesi penyampaian, IPDA Sumardiansyah memulai dengan menampilkan video informatif mengenai Peraturan Pemerintah No. 17 tahun 2025, yang menjelaskan peran kripto dalam pendanaan terorisme. Ia juga mengingatkan orang tua untuk menjadi garda terdepan dalam melindungi anak-anak dari konten radikal di ruang digital.
“Penting bagi orang tua untuk memahami risiko yang ada di dunia maya,” tegasnya. Ia menyoroti bahaya konten radikal yang dapat ditemukan di Dark Web dan media sosial, serta memberikan contoh nyata tentang dampak negatif bullying dan penggunaan media sosial, termasuk insiden yang terjadi di SMA N 72 Jakarta.
Sementara itu, Bapak Wiliam Jonatan menjelaskan berbagai jenis narkotika dan dampak adiksi yang ditimbulkannya. “Mengenali tanda-tanda pecandu di sekitar kita adalah langkah awal yang penting dalam pencegahan,” ujarnya. Ia juga memaparkan penggolongan narkoba berdasarkan efek yang ditimbulkan.

Interaksi dan Diskusi
Setelah pemaparan materi, sesi tanya jawab berlangsung dengan antusiasme tinggi. Peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar bahaya narkotika dan cara melindungi anak-anak dari pengaruh negatif. Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian di antara warga desa.
Acara sosialisasi ini berakhir pada pukul 12.00 WITA dengan suasana yang aman dan lancar. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat Desa Seteluk Tengah terhadap bahaya narkotika dan paham intoleran, serta memperkuat sinergitas antara BNN, kepolisian, dan masyarakat.

Harapan untuk Masa Depan
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Seteluk Tengah semakin peka terhadap isu-isu sosial yang mengancam generasi muda. Dengan pengetahuan yang tepat, diharapkan mereka dapat berperan aktif dalam mencegah penyebaran paham-paham negatif dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi semua._E$





